17 September 2018

Apa Itu eSIM? Dan Apa Bedanya dengan Kartu SIM Biasa?


eSIM

Seperti yang telah kita ketahui, ponsel selalu menggunakan kartu Subscriber Identity Module atau yang biasa disebut dengan kartu SIM agar perangkat dapat terhubung ke jaringan seluler.

Dan semakin berkembangnya perangkat smartphone, ukuran kartu SIM ini semakin lama semakin kecil, hingga berukuran Nano-SIM seperti yang telah digunakan pada smartphone keluaran terbaru saat ini.

Tapi, tahukah kamu? Masih ada satu lagi teknologi baru dari kartu SIM lho, namanya eSIM.

Teknologi eSIM mungkin saat ini masih belum familiar di telinga kita. Sebab di Indonesia sendiri, masih belum ada operator seluler yang mendukung teknologi eSIM ini.

Apa itu eSIM? Dan Apa Bedanya dengan Kartu SIM Biasa?

Mungkin saat ini kamu masih bertanya-tanya, apa itu eSIM? Nah, pertanyaan tersebut akan aku coba jelaskan pada artikel ini. eSIM merupakan singkatan dari embeded SIM.

Berbeda dengan kartu SIM biasa, eSIM tidak berbentuk fisik seperti kartu SIM biasa yang dapat dilepas-pasang. eSIM berupa sebuah chip yang tertanam didalam perangkat (embeded). Jadi, pengguna tidak dapat melepas-pasang eSIM secara sembarangan.

Sedangkan dari segi ukuran, ukuran eSIM juga jauh lebih kecil daripada ukuran Nano-SIM. Karena ukurannya yang ringkas itulah, menjadikan eSIM dapat digunakan pada perangkat dengan dimensi yang lebih kecil, contohnya pada perangkat jam tangan pintar atau smartwatch.

eSIM

Cara Kerja eSIM

Sebenarnya, cara kerja eSIM sama saja seperti kartu SIM biasa. Hanya saja, Chip eSIM yang tertanam didalam perangkat dapat langsung mendeteksi profil operator seluler yang tersedia di wilayah pengguna saat itu. Jadi, pengguna dapat langsung memilih operator seluler tanpa harus membeli kartu SIM fisik seperti biasanya.

Dan apabila pengguna menggunakan eSIM, maka pengguna dapat lebih mudah untuk berganti nomor dari satu operator ke operator lainnya tanpa harus direpotkan dengan mencopot dan menukar kartu SIM.

Sama seperti kartu SIM biasa, eSIM bisa juga digunakan untuk keperluan telepon maupun berlangganan paket data internet.

Selain itu, pengguna juga dapat menggunakan nomor yang sama dalam dua ponsel yang berbeda sacara bersamaan. Tentunya dibutuhkan ponsel yang mendukung teknologi eSIM juga.

Perangkat yang Mendukung Teknologi eSIM

Teknologi eSIM sendiri sebenarnya sudah lama digunakan pada perangkat smartwatch Samsung Gear S2 3G pada 2016 silam. Kemudian disusul oleh ASUS dan HP dengan laptop Windows 10 dari lini "Always Connected PC" yang diperkenalkan pada 2017 silam.

Selain itu, ada pula perangkat lainnya yang mendukung teknologi eSIM ini, diantaranya smartwatch Apple Watch Series 3, smartphone Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL, dan yang terbaru adalah smartwatch Apple Watch Series 4 serta trio iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR.
iPhone XR
iPhone XR
Negara yang Telah Mendukung Teknologi eSIM

Meskipun sudah lama digunakan di beberapa perangkat, namun hingga saat ini masih beberapa negara saja yang telah mendukung teknologi eSIM ini, diantaranya Amerika Serikat, Kanada, Kroasia, Australia, Republik Ceko, Jerman, Hungaria, India, Spanyol, Inggris, dan China.

Untuk Indonesia, seperti yang telah aku singgung sebelumnya, saat ini masih belum menerapkan teknologi eSIM. Namun dikabarkan beberapa operator seluler di Indonesia sudah mempersiapkan diri untuk menyambut teknologi eSIM ini.

Bagaimana menurutmu dengan teknologi eSIM ini?