Skip to main content

Apa itu Candlestick dalam Analisis Teknikal Investasi Saham? Cek Ulasannya di Sini!

Candlestick

Dalam investasi saham, istilah candlestick chart pasti sudah tidak asing lagi bukan? Candlestick atau dikenal juga dengan grafik lilin merupakan jenis grafik yang digunakan untuk memantau perkembangan harga saham. Bahkan, candlestick adalah grafik yang menjadi andalan investor dalam menganalisis saham.

Seorang investor dapat mengetahui harga terendah, harga tertinggi, harga pembukaan, hingga penutupan dalam periode tertentu dengan menggunakan jenis grafik ini.

Jika dilihat dari warnanya, candlestick terdiri atas beberapa warna yaitu warna merah, hijau, hitam, dan putih. Pada warna hijau menunjukan terjadinya harga saham yang meningkat atau harga pembukaan lebih kecil dari harga penutupan. Pada warna merah menunjukan apabila harga saham terjadi penurunan. Sementara warna hitam menggambarkan situasi bearish dan putih menggambarkan situasi bullish.

Nah, sebelum membahas cara membaca candlestick lebih lanjut, yuk pahami dahulu tiga komponen penyusun candlestick di bawah ini.

Bagian-Bagian Candlestick

Tahukah Kamu candlestick terdiri atas tiga bagian utama yang memiliki arti-arti yang berbeda-beda setiap bagiannya. Berikut ulasannya.

1. Body Candle

Pada bagian ini menunjukan pergerakan harga pembukaan dan harga penutupan saham dalam interval waktu tertentu. Jika dilihat dari bentuknya, body candle berbentuk persegi panjang.

2. Sumbu Atas

Pada bagian ini seorang investor dapat mengetahui harga tertinggi suatu saham pada titik tertentu. Sumbu atas juga terkenal dengan upper shadow.

3. Sumbu Bawah

Pada bagian ini seorang investor dapat mengetahui harga terendah suatu saham pada titik tertentu. Sumbu bawah juga sering disebut lower shadow.

Baca juga:

Cara Membaca Candlestick

Dalam cara membaca candlestick, seorang investor dapat mengetahui pergerakan nilai saham dengan mempehatikan ukuran ekor dan body candle.

1. Perhatikan Panjang Pendek Body Candle

Tips pertama adalah memperhatikan ukuran panjang pendek dari candlestick. Semakin panjang ukuran body candlestick maka aktivitas dari jual beli saham pun meningkat, Namun jika semakin pendek body dari candlestick maka menunjukan harga saham yang minim atau konsolidasi.

2. Perhatikan Panjang Pendek Ekor

Tips membaca selanjutnya adalah memperhatikan panjang pendek candlestick. Jika ekor candlestick semakin panjang menunjukan aktivitas jual beli saham melampaui harga pembukaan dan penutupan pada interval waktu tertentu.

Sementara jika sebaliknya, menunjukkan bahwa harga saham tetap atau tidak jauh dari harga penutupan dan pembukaan.

Kelebihan Candlestick, Apa Saja?

Setelah mengetahui cara membaca candlestick maka mengetahui kelebihan juga perlu dipahami oleh seorang investor. Jika dilihat dari kelebihannya, candlestick cocok digunakan untuk memantau pergerakan saham jangka pendek.

Selain itu, jenis chart ini lebih memudahkan investor untuk mengetahui harga saham yang mengalami kenaikan hingga penurunan secara akurat.

Nah, bagaimana semakin ingin mencoba investasi saham bukan? Yuk mulai atur keuangan dengan investasi saham.

Indra DP
Indra DP

Android Enthusiast. Suka berbagi pengalaman dan informasi seputar dunia teknologi.