--> Skip to main content

Begini Cara Mengatur Cuti Karyawan secara Adil!


cuti karyawan

Mengatur cuti karyawan bukan pekerjaan mudah. Salah mengatur cuti dengan adil, bisa-bisa karyawan memutuskan untuk berhenti bekerja dengan Anda. Hal tersebut karena jumlah cuti juga akan mempengaruhi besaran gaji yang diterima.

Mengatur cuti juga perkara dilematis. Membuat aturan cuti yang super-ketat atau terlalu bebas juga bisa menjadi masalah.

Cuti super-ketat menyebabkan Anda kesulitan untuk mempertahankan karyawan. Cuti yang terlalu bebas bisa merepotkan manajemen untuk mempertahankan karyawan di saat musim liburan.

Cuti juga merupakan hak karyawan. Dengan adanya cuti, karyawan bisa menyeimbangkan work-life balance mereka atau sekedar memenuhi kebutuhan tertentu seperti menikah, melahirkan, atau bahkan merefleksi diri.

Untuk itu, penting bagi perusahaan untuk bisa mengatur cuti secara adil untuk menghindari dilema-dilema tersebut. Lantas, bagaimana cara mengatur cuti karyawan secara adil dan baik?

Komunikasikan Kebijakan Cuti di Awal


Ada dua penyebab yang mungkin terjadi apabila Anda tidak mengkomunikasikan kebijakan cuti di awal.

Pertama, karyawan yang memang hobi mengambil cuti dan bisa menimbulkan rasa benci di antara karyawan. Kedua, karyawan yang tidak-enak-an untuk mengajukan cuti dan bisa menimbulkan rasa stres pada karyawan itu sendiri.

Keduanya merupakan opsi yang jelek. Oleh karena itu, pastikan perusahaan memberitahu tentang kebijakan cuti yang berlaku pada perusahaan tepat setelah mereka menjadi karyawan.

Anda juga wajib memahami dan memberitahu kepada karyawan tentang aturan cuti tahunan, cuti berbayar, cuti tidak dibayar, dan cuti lainnya yang diatur oleh pemerintah.

Atur Deadline Pengajuan Cuti


Setiap industri pasti memiliki waktu sibuk dimana tidak mungkin perusahaan menerima banyak cuti karyawan. Contohnya perusahaan ritel yang sibuk pada hari raya.

Hal yang terjadi apabila Anda tidak menetapkan deadline waktu cuti dapat membuat karyawan mengajukan cuti secara serampangan, dan pada waktu sibuk, Anda bisa kehilangan banyak karyawan.

Membuat deadline pengajuan cuti bertujuan mencegah orang membuat permintaan untuk tahun berikutnya secara bersamaan.

Misalnya perusahaan ritel, perusahaan wajib memberitahu batas waktu pengajuan cuti di tahun ini untuk hari raya di tahun depan. Anda juga bisa mengatur siapa saja yang berhak mendapatkan cuti pada periode sibuk tertentu.

Cara mengaturnya ada dua; pertama first come first serve. Siapa saja yang mengajukan cuti lebih dahulu, dia mendapatkan jatah cuti terlebih dahulu.

Jika cara pertama tidak berhasil dimana banyak karyawan mengajukan cuti pada waktu bersamaan, Anda bisa menentukan jatah cuti sesuai dengan lama karyawan bekerja.

Namun perlu diingat, menggunakan kedua kebijakan tersebut juga membutuhkan kebijakan manajemen juga. Kedua kebijakan tersebut sangat sensitif bagi karyawan muda yang cenderung berpindah-pindah tempat kerja kurang dari satu tahun.

Berikan Reward Tertentu


Mengacu pada poin sebelumnya, pasti banyak karyawan yang akan tetap bekerja pada jam-jam sibuk bahkan di hari libur seperti saat hari raya.

Contohnya seperti ini, ada karyawan yang pada bulan ini bekerja di hari libur setiap minggunya. Umumnya, Anda bisa memberikan reward jatah cuti double atau memberikan cuti di hari libur di bulan berikutnya.

Namun ternyata banyak karyawan tidak ingin mengambil cuti. Anda bisa memberikan reward dalam bentuk lain misalnya saja bonus gaji atau insentif lainnya.

Lacak Jatah Cuti


Cara selanjutnya adalah pastikan cuti karyawan tetap dalam pengawasan termasuk kapan waktu pengajuan cuti, kapan cuti yang diambil, durasi cuti, dan sisa cuti.

Dengan tetap melacak jatah cuti, Anda bisa melihat pattern cuti pada karyawan, masalah yang terjadi, membantu dalam pengambilan keputusan terutama dalam memilih karyawan yang berhak mendapatkan cuti dalam periode tertentu.

Dengan melacak cuti, Anda juga bisa mengetahui dan memberikan kesempatan karyawan yang jarang bahkan tidak pernah mengambil cuti karena alasan tidak-enak.

Otomatisasi Manajemen Cuti


Tanpa otomatisasi manajemen cuti, langkah-langkah yang sebelumnya disebutkan mungkin akan sulit dilakukan.

Misalnya saja melacak jatah cuti. Dengan proses manual, Anda mungkin saja kesulitan untuk memantau dan mengetahui jatah cuti yang tersisa atau diberikan kepada karyawan.

Selain itu, otomatisasi cuti memungkinkan karyawan dapat dengan mudah menyesuaikan cuti yang mereka inginkan. Salah satunya dengan aplikasi portal pengajuan cuti.

Dengan aplikasi portal pengajuan cuti, karyawan bisa dengan mudah mengajukan cuti dengan tetap menjaga privasi tanpa proses birokrasi. Tidak ada lagi karyawan yang tidak-enak untuk mengambil cuti.

Anda bisa mengandalkan Talenta sebagai aplikasi otomatisasi cuti karyawan. Dengan Talenta, Anda bisa menciptakan ekosistem HR yang lebih digital native melalui layanan mandiri karyawan.

Banyak kemudahan yang bisa dilakukan oleh perusahaan dengan Talenta seperti absensi online, pengajuan reimbursement, akses benefit, dan juga memudahkan perusahaan dalam menghitung gaji. Ingin mencoba Talenta? Klik link berikut untuk mendapatkan konsultasi dan demo secara gratis.

**Artikel ini merupakan hasil kerja sama Indra's Blog dengan Talenta.co.
Indra DP
Indra DP

Seorang Freelance Graphic Designer dan Blogger. Suka berbagi pengalaman dan informasi seputar dunia teknologi.