09 October 2018

Google+ Akan Ditutup Karena Masalah Kebocoran Data Pengguna


Google+

Google+ (dibaca Google Plus) merupakan media sosial buatan raksasa internet Google. Didirikan pada tahun 2011 silam, awalnya Google+ digadang-gadang akan menjadi penantang Facebook. Namun, sayangnya, Google+ justru gagal bersaing dan tidak banyak digunakan oleh pengguna.

Dan selain kurang diminati pengguna, baru-baru ini dikabarkan jika Google akan segera menutup layanan Google+ karena ditemukan masalah keamanan yang serius. Perihal rencana penutupan ini diumumkan langsung oleh Google melalui blog resminya pada Senin lalu (08/10/2018).

Dalam pernyataan yang diungkapkan oleh Google, ditemukan celah keamanan pada API platform Google+ yang mengakibatkan 500.000 lebih data pribadi pengguna bocor.

Celah keamanan pada API Google+ tersebut memungkinkan sebanyak 438 aplikasi pihak ketiga dapat mengakses berbagai informasi pribadi pengguna, seperti alamat Email, nama, usia, hubungan, tempat tinggal, hingga pekerjaan pengguna yang tersimpan di Google+.

Insiden celah keamanan ini sebenarnya sudah lama ditemukan oleh Google sejak tahun 2015 lalu, namun Google baru mengumumkannya pada Oktober 2018 ini melalui blog resminya. Meskipun demikian, Google sendiri sebenarnya sudah berhasil menutup celah keamanan tersebut pada Maret 2018 lalu.

Google juga mengatakan jika mereka tidak menemukan penyalahgunaan yang disebabkan oleh celah keamanan pada Google+ ini. Dan meskipun celah keamanan tersebut sudah di tambal, namun Google akan tetap menutup Google+ mulai Agustus 2019 mendatang.

Sebagai pengganti atas penutupan Google+, Google akan memberikan peningkatan keamanan pada layanannya melalui program audit yang bernama "Project Strobe".

Project Strobe akan memungkinkan pengguna untuk lebih mengontrol data pribadi mana saja yang akan dibagikan kepada aplikasi pihak ketiga. Selain itu, Google juga akan membatasi kemampuan aplikasi pihak ketiga yang berusaha mengakses data pribadi dari akun Google pengguna dan perangkat Android.