30 August 2016

Asyik! Sekarang Kamu Bisa Main Game Tic-Tac-Toe dan Solitaire Langsung di Google Search


Google selalu memberikan suatu kejutan di halaman mesin pencari buatannya. Setelah sebelumnya Google Doodle heboh dengan game-game unik untuk menyambut pesta Olimpiade Rio yang diselenggarakan di negara Brazil beberapa waktu lalu, kini raksasa mesin pencari tersebut menghadirkan dua game lawas di Google Search, yaitu Tic-Tac-Toe dan Solitaire. Yup, kini kamu bisa memainkan game Tic-Tac-Toe dan Solitaire langsung di Google Search.

Bagi kamu gamer sejati pasti sudah tidak asing lagi dengan kedua game "legendaris" tersebut. Tic-Tac-Toe adalah game bergenre strategi dengan gameplay yang sangat sederhana. Dimana pada game tersebut pemain harus berlomba membuat garis lurus berupa horizontal, vertical, atau diagonal diatas papan persegi 3x3 dan sekaligus menghalangi lawan agar tidak membuat garis lurus tersebut. Sedangkan Solitaire adalah game menyusun kartu yang bagi pengguna Windows tentunya sudah tidak asing dengan game tersebut. Karena Solitaire merupakan salah satu game bawaan yang ada di Windows.

Cara bermain Solitaire dan Tic-Tac-Toe di Google Search sangat mudah dan tanpa harus menginstall kedua game tersebut di komputermu. Kamu cukup ketikkan kata kunci "Tic-Tac-Toe" atau "Solitaire" (tanpa tanda kutip) di kotak pencarian. Maka saat itu juga Google akan langsung menampilkan arena permainannya dan game siap untuk dimainkan. Kedua game tersebut bisa kamu mainkan melalui web browser di PC ataupun juga di smartphone. Jadi, kamu bisa memainkan kedua game tersebut kapanpun dan dimanapun!

Pada game Tic-Tac-Toe, pemain bisa memilih tingkat level kesulitan, diantaranya level mudah, sedang, dan sangat sulit, serta satu pilihan untuk bermain secara multiplayer. Tapi mode multiplayer ini hanya bisa dilakukan dalam satu komputer saja, dengan kata lain, kedua pemain harus saling bergantian untuk memainkannya.

Tic-Tac-Toe in Google

Sedangkan bagi yang ingin memainkan game Solitaire, arena permainan hanya akan muncul jika kamu membuka situs Google.com atau mengubah hasil penelusuran kedalam bahasa Inggris, setelah halaman awal game muncul, lalu klik tombol "Click to Play".

Solitaire in Google

Solitaire in Google

Meskipun kedua game tersebut sangat sederhana, tapi masih tetap asyik dimainkan untuk sekedar mengisi waktu luang saat kamu sedang sibuk mencari konten-konten tertentu di Google Search.
Selengkapnya...

27 August 2016

Mengapa Kinerja iPhone Selalu Lebih "Ngebut" Daripada Android? Ini Penyebabnya


Siapa sih yang tidak mengenal iPhone? Bagi pecinta gadget, pasti tahu dengan smartphone buatan Apple yang terkenal dengan kualitas premium ini. Tapi, banyak sebagian pengguna smartphone merek lain yang beranggapan bahwa iPhone selalu ketinggalan dari para kompetitornya terutama dalam hal penggunaan hardware. Contohnya saja pada seri iPhone 6S, yang mana pada smartphone ini masih menggunakan processor dual-core dengan RAM 2 GB. Bahkan smartphone iPhone yang paling lawas seperti iPhone 5S dan iPhone 6, yang masih menggunakan RAM 1 GB.

Tentunya hal ini tersebut sangat berbeda jauh dengan beberapa merek smartphone lain yang berbasis Android yang kini telah dibekali dengan processor quad-core hingga octa-core, serta menggunakan RAM yang cukup besar mulai dari 3 GB hingga 6 GB atau bahkan lebih dari itu. Namun dibalik perbedaan yang cukup signifikan tersebut, pada kenyataannya jajaran smartphone buatan iPhone selalu memiliki kinerja lebih baik jika dibandingkan dengan smartphone lain (dalam hal ini smartphone berbasis Android) yang memiliki spesifikasi lebih tinggi.

Hmm,, sepertinya sulit dipercaya bukan? Tapi itulah kenyataannya. Mungkin kini kamu pasti bertanya-tanya, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Nah, berdasarkan berbagai sumber yang telah aku kutip, melalui artikel ini aku akan berbagi sedikit penjelasan mengapa kinerja iPhone selalu lebih 'Ngebut' daripada Android? Yuk disimak! ^_^

iPhone

Apple selalu memiliki beberapa standar persyaratan yang harus dipatuhi oleh manufaktur pilihan mereka. Hal tersebut karena Apple tidak memproduksi sendiri seluruh komponen yang ada pada perangkat iPhone, tetapi bekerja sama dengan manufaktur lain, dalam hal ini produsen chip dan lain-lain. Selain itu, Apple juga memiliki standar pengawasan yang cukup ketat guna menciptakan integrasi yang baik antara hardware dengan software pada iPhone.

Dengan memproduksi hardware yang telah memenuhi standar yang ditentukan, maka pihak Apple memiliki kontrol penuh untuk membuat software yang bekerja optimal dengan hardware tersebut. Oleh karena itulah, tidak heran jika iPhone 5 yang notabene "smartphone lawas" dan memiliki spesifikasi pas-pasan masih masuk dalam daftar perangkat yang mendapatkan update iOS 10 mendatang.

Berbeda dengan smartphone Android. Para vendor smartphone merek lain lebih memilih menggunakan sistem operasi Android pada smartphone buatan mereka. Hal tersebut karena Android adalah sistem operasi open source yang bisa dikustomisasi tampilan UI nya agar sesuai dengan ciri khas smartphone besutan dari masing-masing vendor. Para vendor tersebut memiliki banyak sumber daya untuk membuat hardware pada smartphone mereka. Namun karena setiap vendor mempunyai standar hardware yang berbeda, menyebabkan terjadinya fragmentasi.

Akibatnya, setiap ada update versi Android, maka vendor harus menyesuaikan terlebih dahulu pembaruan tersebut dengan hardware buatan mereka, entah itu mengkustomisasi tampilan UI nya atau penambahan fitur didalamnya. Hal tersebut yang menyebabkan integrasi antara hardware dengan software tidak sebaik iPhone yang menggunakan sistem operasi iOS. Dan mungkin karena penyesuaian itulah yang menyebabkan hanya beberapa vendor saja yang menyediakan upgrade Android ke versi terbaru pada smartphone besutan mereka.

Selain integrasi antara hardware dan software yang sangat baik, kunci kecepatan iPhone juga terletak pada bagian memori internalnya yang sudah menggunakan teknologi controller SSD seperti yang digunakan pada perangkat MacBook. Serta, memori internal iPhone juga memakai protokol NVMe dengan memori NAND custom untuk menggantikan memori eMMC atau UFS seperti yang digunakan pada perangkat Android.

Bagaimana, Sudah jelas kan? mengapa kinerja iPhone selalu lebih 'Ngebut' daripada Android? Jika kamu masih tidak percaya, Kamu bisa lihat video demo dibawah ini untuk melihat perbandingan kecepatan iPhone 6S dengan smartphone flagship Samsung terbaru yaitu Galaxy Note 7 yang menggunakan sistem operasi Android.


Jika kita lihat dari video demo diatas, tampaknya perbandingan tersebut sudah cukup untuk melengkapi penjelasan diatas. Mengingat iPhone 6S adalah smartphone yang usianya sudah hampir 1 tahun sejak awal perilisannya dibandingkan dengan Galaxy Note 7 yang berlabel flagship dengan spesifikasi hardware yang tinggi dan segudang fitur kerennya.

Perlu diperhatikan, Artikel ini dibuat bukan atas dasar memihak salah satu pihak, tetapi artikel ini dibuat berdasarkan rangkuman dari beberapa sumber terpercaya. So, bagi kamu Android lovers, jangan baper ya setelah membaca artikel ini. ;)
Selengkapnya...

25 August 2016

Khawatir Mobil Anda Hilang? Lacak Saja dengan GPS Tracker


Siapa bilang memiliki bisnis rental kendaraan akan sangat merepotkan dan membuat anda selalu khawatir setiap saat? Hal seperti ini hanya berlaku beberapa belas tahun yang lalu, di mana segala sesuatunya harus anda lakukan secara manual, termasuk dalam pengawasan kendaraan anda yang berada di jalanan. Dalam kondisi seperti itu, maka bisa dipastikan anda selaku pemilik bisnis akan selalu merasa deg-degan sepanjang waktu, tidak tenang selama kendaraan anda belum pulang kandang dan hal seperti ini akan membuat anda stress dan cepat tua. Bayangkan berapa banyak kendaraan yang anda miliki dan anda sewakan, lalu berapa banyak anda akan khawatir untuk memikirkan semua kendaraan-kendaraan tersebut. Bukannya santai, yang ada anda malah masuk rumah sakit dan harus menjalani perawatan di sana.

Menjalankan bisnis rental pada saat ini, bukan lagi sebuah hal yang sulit dan membutuhkan sejumlah pengawasan yang melelahkan. Zaman sudah berubah, maka anda juga harus ikut serta menikmati perubahan tersebut, salah satunya dengan mengandalkan berbagai teknologi yang akan memudahkan berbagai macam urusan pekerjaan anda tentunya.

Memiliki bisnis rental kendaraan tentu akan membuat anda menanggung sejumlah resiko kerugian, yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Mobil anda akan disewakan dan berada jauh dari pandangan anda selama masa penyewaan tersebut, tentu akan membuat anda merasa sedikit khawatir akan hal tersebut. Hal ini sangat wajar terjadi, selama masih dalam tingkat yang tidak berlebihan. Jika anda memiliki rasa khawatir yang berlebihan, maka ada baiknya anda mengatasi perasaan tersebut dengan mencari solusi yang bisa mempermudah pengawasan anda terhadap kendaraan tersebut. Gunakan tracker GPS pada semua kendaraan yang anda miliki, maka rasa khawatir anda tidak perlu dan tidak akan terjadi lagi. Peralatan ini akan menunjukkan posisi dan juga lokasi di mana kendaraan anda berada, sehingga anda bisa mengawasinya dengan mudah.

GPS Tracker

Untuk menggunakan peralatan ini, anda hanya perlu menghubungkannya dengan desktop atau bahkan smartphone anda, sehingga GPS tracker yang terpasang pada kendaraan-kendaraan anda tersebut bisa terlihat dengan mudah oleh anda. Anda akan bisa melakukan monitoring pada semua kendaraan anda yang berada di luar dan sedang disewakan, sehingga anda tidak perlu mengkhawatirkan berbagai hal yang tidak perlu.

GPS tracker akan menunjukkan posisi di mana kendaraan tersebut dengan tepat, jadi jika penyewa membawanya ke lokasi-lokasi yang menurut anda di luar perjanjian dan tanpa pemberitahuan sebelumnya, maka anda bisa melakukan berbagai tindakan yang anda anggap perlu untuk anda ambil. Hal ini akan sangat membantu anda untuk menghindari berbagai macam tindak kejahatan yang mungkin terjadi pada kendaraan yang anda sewakan, seperti: tidakan penggelapan, pencurian atau bahkan berbagai macam tindakan penyalahgunaan lainnya. Penggunaan GPS ini bahkan bisa membantu anda untuk mengambil berbagai tindakan di saat-saat darurat, misalnya ketika kendaraan yang disewakan tersebut mengalami kecelakaan dan sulit ditemukan, maka anda bisa mengandalkan sinyal yang terpancar dari GPS untuk menemukan kendaraan dan penumpangnya tersebut dengan lebih mudah.

Peralatan ini bukan hanya akan membantu anda dalam melakukan monitoring terhadap aset anda saja, namun GPS juga bisa membantu anda untuk mengamankan aset anda dari berbagai tindak kejahatan yang mungkin saja anda alami di dalam bisnis yang anda jalankan tersebut. Hilangkan rasa khawatir anda yang berlebihan dengan cara memasang alat ini pada semua kendaraan yang anda sewakan.

**Artikel ini merupakan hasil kerja sama Indra's Blog dengan Ralali.com.
Selengkapnya...

24 August 2016

Android 7.0 Nougat Resmi Dirilis, Inilah Fitur Terbarunya


Android N
Akhirnya pada Selasa kemarin (23/08) Google secara resmi merilis versi Android terbaru mereka yang bernama Android 7.0 Nougat. Dan seperti biasa, pada awal perilisannya, Google memberikan update resmi secara over the air (OTA) pada beberapa smartphone Nexus, diantaranya Nexus 5X, Nexus 6, Nexus 6P, Nexus 9, Nexus Player, dan Google Pixel C serta smartphone Android One. Untuk selanjutnya, update akan digulirkan kepada smartphone Android lainnya.

Baca juga: Android 'Nougat' Jadi Nama Resmi untuk Android N

Mungkin kalian bertanya, mengapa perangkat Nexus dan Android One menjadi yang pertama merasakan hal yang baru dari Google termasuk mendapatkan update Android Nougat? Itu karena perangkat Nexus dan Android One dikembangkan berkat kerjasama Goole dengan manufaktur pilihannya dan dibawah pengawasan langsung oleh Google sendiri.

Bagi kamu pengguna dari salah satu seri smartphone di atas namun belum mendapatkan notifikasi update OS, jangan bingung dulu. Menurut berbagai sumber yang aku dapat, biasanya, perangkat akan membutuhkan waktu hingga paling lama satu minggu untuk mendapatkan notifikasi update. Hal ini karena untuk saat ini hanya sebagian pengguna saja beruntung yang mendapat giliran update paling awal.

Android 7.0 Nougat hadir dengan membawa berbagai fitur baru yang belum pernah ada pada versi Android sebelumnya serta perbaikan dari segi keamanan. Dan berikut ini beberapa fitur terbaru Android 7.0 Nougat :

#1. Penambahan 72 Emoji Baru

New emoji Android N

Android 7.0 Nougat dilengkapi dengan 72 Emoji terbaru untuk memberikan pengalaman chatting menjadi makin seru. Pengguna juga dapat menggunakan emoji Google hasil dari modifikasi dan emoji smiley dengan tampilan lebih realistis.

#2. Menjalankan Dua Aplikasi Secara Bersamaan (Multi Window)

Multi window Android N

Seperti yang telah aku jelaskan pada artikel sebelumnya, bahwa Android 7.0 Nougat telah dilengkapi fitur multi window. Dimana pada fitur ini memungkinkan pengguna dapat menggunakan dua aplikasi bersamaan secara berdampingan dalam satu layar.

Sebenarnya, fitur ini bukanlah fitur baru, karena sebelumnya juga pernah digunakan pada beberapa smartphone buatan Samsung yang telah mengkustomasi UI Androidnya. Namun sekarang, pada Android 7.0 Nougat fitur ini dihadirkan secara default. Jadi semua pengguna yang perangkatnya menjalankan Android 7.0 Nougat akan dapat menikmati fitur keren ini.

#3. Multitasking yang Lebih Cepat dan Efektif

Pada Android 7.0 Nougat, terdapat penambahan fitur pada tombol recent apps yang diberi nama Quick Switch. Fitur ini memungkinkan pengguna dapat melakukan 'double tap' untuk beralih dengan cepat antara dua aplikasi yang terakhir telah dibuka.

Misalnya, saat pengguna sedang membuka aplikasi Gmail tapi ingin mengcopy sebuah link yang pada browser Chrome untuk disisipkan ke dalam email. Maka pengguna dapat membuka Chrome untuk mengcopy link, kemudian cukup double tap tombol recent apps maka seketika itu juga akan kembali beralih ke aplikasi Gmail.

#4.Notification Direct Reply

Notification Direct Reply Android N

Pada Android 7.0 Nougat dilengkapi dengan fitur Notification Direct Reply, dimana fitur ini memungkinkan pengguna dapat langsung membalas pesan dari notification bar. Jadi pengguna tidak perlu lagi membuka aplikasi secara penuh hanya untuk membalas chatting atau pesan yang masuk. Selain itu notifikasi dari aplikasi yang sama akan dibundle menjadi satu. Sehingga akan lebih rapi dan tidak menumpuk pada layar.

#5. Data Saver

Data Saver Android N

Dengan perangkat yang menjalankan Android 7.0 Nougat, maka pengguna tidak perlu khawatir lagi jika kuota internet telah menipis. Hal ini karena pada versi terbaru Android ini telah dilengkapi fitur Data Saver. Fitur ini akan menonaktifkan akses data pada aplikasi yang berjalan di background, sehingga dapat meminimalisir penggunaan paket data.

#6. Performa Grafik yang Lebih Baik

3D Perform Android N

Pada perangkat tertentu yang menjalankan Android 7.0 Nougat, performa grafik 3D saat digunakan bermain game dan kinerja aplikasi akan menjadi lebih baik karena telah menggunakan fitur Vulkan API.

Itulah beberapa fitur baru yang hadir di Android 7.0 Nougat. Dan masih banyak lagi fitur-fitur baru lainnya yang tidak bisa aku sebutkan semuanya disini. Untuk detail mengenai fitur Android 7.0 Nougat selengkapnya, kamu bisa langsung mengunjungi situs resmi Android. Nah, bagaimana? Fitur mana yang paling keren menurutmu? Bagikan pendapatmu dikolom komentar.
Selengkapnya...

22 August 2016

Siapa Sebenarnya yang Pertama Membuat Fitur "Always-on Display" pada Smartphone?


Jika kamu seorang pecinta teknologi yang tidak pernah ketinggalan berita teknologi terbaru, mungkin kamu sudah tahu tentang berita teknologi yang satu ini. Ya, belum lama ini dunia maya sempat dihebohkan dengan berita tentang Motorola yang mengklaim ada vendor lain yang mencuri fitur “Always-on Display” yang sebelumnya telah ada pada smartphone Moto Z Droid mereka.

Tuduhan tersebut dikicaukan langsung melalui akun Twitter resmi milik Motorola. Tak ketinggalan juga dalam kicauannya tersebut mereka turut menyertakan gambar Motorola Moto Z Droid lengkap dengan hastag # TheOriginalAlwaysOnDisplay.



Jika kamu lihat dalam kicauan tersebut, sepertinya sudah jelas kan Motorola menyinggung vendor siapa?, yup, Samsung. Seperti yang telah kita ketahui, Samsung belum lama ini telah merilis smartphone andalan terbaru mereka, yaitu Galaxy Note 7. Pada smartphone flagship tersebut, Samsung turut menghadirkan fitur “Always-on Display” yang dapat menampilkan notifikasi saat layar dalam keadaan mati. Nah, fitur inilah yang sekarang dipermasalahkan oleh Motorola terhadap Samsung.

Fitur “Always-on Display” pada Samsung Galaxy Note 7
Fitur “Always-on Display” pada Samsung Galaxy Note 7

Pada smartphone Motorola, fitur “Always-on Display” tersebut bernama Active Display. Menurut berbagai sumber yang aku dapatkan, Fitur ini sudah ada sejak tahun 2013 dan pertama kali digunakan pada smartphone Moto X, yang sekaligus menjadi smartphone berbasis Android pertama yang menggunakan fitur ini. Sedangkan pada smartphone Samsung, fitur ini baru saja digunakan pada seri Galaxy S7.

Inilah Pembuat Fitur “Always-on Display” yang Pertama

Sepertinya tuduhan yang dilontarkan Motorola kepada Samsung itu tampaknya perlu untuk ditinjau ulang. Sebab, jauh sebelum Motorola menggunakan fitur “Always-on Display” pada smartphone mereka, sebenarnya ada vendor yang pertama kali menggunakan fitur ini. Vendor tersebut adalah Nokia. Ya, Nokia yang sudah lebih dulu menggunakan fitur “Always-on Display” ini pada beberapa smartphone buatannya.

Nokia menggunakan fitur “Always-on Display” ini pada jajaran smartphone lama yang ber-OS Symbian, contohnya seperti Nokia 6600, 7610 dan 6630. Tapi pada saat itu fungsi dari fitur ini hanya sebatas untuk menampilkan jam, tanggal, serta icon kecil jika ada pesan atau panggilan masuk saja. Dan seiring berjalannya waktu, Nokia telah mengembangkan fitur “Always-on Display” ini dengan menambahkan fitur lain seperti notifikasi di Nokia N86 yang dirilis pada tahun 2009 lalu.

Fitur “Always-on Display” pada Nokia 6600
Fitur “Always-on Display” pada Nokia 6600

Hingga pada akhirnya, fitur ini juga kembali dihadirkan oleh Nokia pada jajaran smartphone Lumia dengan nama Glance Screen. Fitur Glance Screen di smartphone Lumia lebih ditingkatkan lagi fungsinya. Dimana pada fitur ini dapat menampilkan prakiraan cuaca dan notifikasi dari aplikasi serta pengguna dapat mengkustominasi tampilan seperti pemilihan background dan warna teks.

Fitur Glance Screen pada Lumia
Fitur Glance Screen pada Lumia

Nah, dari penjelasan tersebut sudah jelas bukan siapa yang pertama kali menggunakan Fitur “Always-on Display” ini?. Oke fix, mungkin saat ini Motorola memang lagi butuh refreshing ke pantai. Karena sepertinya mereka telah melupakan Nokia sebagai pionir fitur ini. Bagaimana menurutmu?
Selengkapnya...

19 August 2016

Google Merilis Duo, Aplikasi Video Call Baru untuk Android dan iOS


Google Duo

Bagi pengguna smartphone modern pastinya kamu pernah melakukan panggilan video call dengan kerabat ataupun temanmu. Seperti yang telah kita ketahui, saat ini banyak aplikasi chatting yang sudah lama mengadopsi fitur video call ini, diantaranya, WhatsApp, Skype, Facebook dan masih banyak lagi. Seakan tidak mau ketinggalan, belum lama ini tepat pada hari Selasa kemarin, (16/8), Google secara resmi merilis aplikasi video calling terbarunya bernama Google Duo untuk pengguna Android dan iOS.

Duo dapat bekerja di lintas platform. Itu artinya, pengguna bisa menelepon dari smartphone Android ke iPhone, ataupun sebaliknya. Aplikasi ini dikembangkan berdasarkan teknologi web real-time communication (WebRTC) yang bekerja menggunakan jaringan mobile. Teknologi ini diciptakan untuk menyederhanakan panggilan telepon video.

Duo masih dapat berjalan meskipun dalam koneksi yang lambat serta dapat melakukan pergantian koneksi antara jaringan seluler dengan koneksi WiFi dengan sangat cepat dan mudah tanpa memutus panggilan. Jadi misalkan, saat pengguna memulai telepon dari dalam rumah dengan koneksi Wi-Fi, maka pengguna tetap bisa berbicara tanpa putus ketika melangkah keluar rumah dan beralih ke jaringan seluler.

Salah satu fitur yang paling menarik dari Duo ini jika dibandingkan dengan aplikasi video call lain adalah fitur bernama Knock Knock. Melalui fitur ini, maka pengguna dapat melihat video dari si penelepon sebelum memutuskan akan menerima panggilannya atau tidak. Jadi cara kerja fitur ini mirip seperti saat kamu mengintip dari lubang pintu dahulu ketika ada seorang tamu yang mengetuk pintu rumahmu.

Fitur Knock Knock ini hanya akan muncul jika nama si penelepon ada di dalam daftar kontak. Pada smartphone Android, fitur Knock Knock bekerja di layar Lock Screen, sedangkan di iOS, fitur ini muncul di window aplikasi.

Keunggulan lainnya dari aplikasi Duo ini adalah semua percakapan pengguna telah dilindungi dengan teknologi enkripsi End to End sehingga bisa digunakan dengan sangat aman. Teknologi enkripsi ini sebelumnya juga dipakai pada aplikasi WhatsApp. Untuk cara login di aplikasi Duo ini juga sangat simpel dan mudah, yaitu pengguna cukup login menggunakan nomer telepon saja. Hampir mirip juga seperti di WhatsApp dan Telegram.

Sebenarnya, jauh sebelum Duo diperkenalkan, Google juga pernah membuat aplikasi video call yang bernama Google Hangout. Tapi karena Hangout sepi peminat, makanya Google membuat aplikasi Duo yang memiliki banyak fitur canggih didalamnya. Nah, bagi kamu yang ingin mencoba aplikasi video call keren ini, silahkan download di Google Play Store dan App Store melalui tautan dibawah ini:

Google Duo untuk Android

Google Duo untuk iOS

Selengkapnya...

06 August 2016

Akhirnya Pokemon Go Resmi Hadir di Indonesia


Pokemon Go

Setelah lama dinanti oleh para penggemarnya di Indonesia, akhirnya tepat pada hari ini, Sabtu (06/08/2016) Pokemon Go secara resmi hadir di Indonesia dan dapat di download melalui Google Play Store dan App Store. Pengumuman ini disampaikan secara langsung oleh akun Facebook resmi Pokemon Go. Selain di Indonesia, melalui pengumumannya tersebut disebutkan bahwa game yang berbasis augemented reality ini juga hadir di 14 negara Asia dan Ocenia. Diantaranya, Brunei, Kamboja, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Laos, Vietnam, Taiwan, Papua Nugini, Fiji, Kepulauan Solomon, Negara-Negara Micronesia dan Palau.

Dengan dirilisnya secara resmi tersebut, para Pokemon Trainer di Indonesia bisa dengan tenang berburu monster-monster Pokemon yang lucu dan terlepas dari masalah keamanan yang di timbulkan akibat mengunduh file APK untuk Android dan IPA untuk iOS melalui sumber pihak ketiga. Karena sejak awal dirilis bulan Juli lalu, sebagian besar pemain Pokemon Go di dunia termasuk di Indonesia mengunduh file installer dari pihak ketiga atau sideload yang kabarnya rawan disusupi malware. (Baca juga: Inilah 7 Tips Aman Bermain Pokemon Go dari Symantec)

Nah, bagi kamu yang sudah nggak sabar ingin berburu monster Pokemon. Silahkan download Pokemon Go di Google Play Store dan App Store melalui tautan di bawah ini:

Pokemon Go untuk Android

Pokemon Go untuk iOS

Perlu diketahui, untuk dapat memainkan game ini, maka device kamu harus menggunakan sistem operasi Android 4.4 KitKat atau yang lebih baru, sedangkan untuk iPhone, harus menggunakan iOS 8 atau yang lebih baru. Pokemon Go yang resmi hadir Indonesia tersedia dalam versi 0.31.0 dengan ukuran file APK yang harus diunduh sekitar 60 MB. Sementara itu, Pokemon Go di iOS hadir dalam versi 1.1.1 dengan ukuran file IPA yang harus diunduh sekitar 155 MB.

Dan perlu diingat, tetaplah berburu Pokemon dengan bijak ya!! Jangan sampai kamu jadi lupa waktu, melakukan tindakan yang konyol dan mengambil resiko yang besar hanya untuk mendapatkan seekor Pokemon.

Selamat Bermain.. Catch 'Em All !!!
Selengkapnya...