30 October 2015

Tahun 2016, Ratusan Balon Google Masuk Indonesia


Project Loon

    Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar didunia, yang terdiri lebih dari 17.000 pulau. Dan juga terbentang hutan, laut dan gunung mulai dari Sabang hingga Merauke. Karena faktor tersebut menyebabkan sebagian penduduk Indonesia yang tinggal di daerah-daerah pelosok sulit untuk mengakses infrastruktur jaringan telekomunikasi termasuk internet. Oleh sebab itulah, perusahaan raksasa mesin pencarian Google mendirikan sebuah project yang dinamakan Project Loon.
    Project Loon adalah suatu misi Google untuk menyebarkan jaringan internet ke daerah terpencil atau pelosok yang selama ini belum bisa menikmati akses internet, dengan cara menerbangkan balon-balon yang melayang setinggi 20 kilometer di lapisan stratosfer dari permukaan laut. Yang masing-masing balon memiliki jangkauan sejauh radius 40 kilometer.
    Dan beberapa waktu lalu Google dan pemerintah Indonesia beserta tiga operator besar Indonesia diantaranya Telkomsel, Indosat dan XL Axiata pada hari Rabu (28/10/2015) di Google X, Mountain View, California telah sepakat untuk melakukan uji coba untuk Project Loon. Project Loon ini resmi akan masuk di Indonesia pada tahun 2016. Dan sekaligus Indonesia merupakan negara keempat setelah negara Brazil, Selandia Baru dan Australia yang lebih dulu menggunakan balon Google dari Project Loon ini. Namun menurut Google, Indonesia akan menjadi negara pertama yang akan melalukan uji coba Project Loon dalam skala yang besar.

Project Loon
Skema Project Loon Google

    Project Loon tidak hanya menerbangkan satu balon saja, tetapi ratusan balon yang akan mengelilngi bumi seperti cincin. Balon tersebut berfungsi layaknya seperti menara BTS (base transceiver station) tetapi melayang diatas sehingga dapat menjangkau area yang lebih luas. Satu balon bisa menggantikan tugas balon yang lain saat melintasi suatu wilayah tertentu. Balon tersebut akan fokus untuk menghadirkan jaringan internet bagi pengguna smartphone di wilayah yang belum terjangkau oleh jaringan telekomunikasi.
    Jadi, Setiap smartphone yang berjalan pada jaringan 4G LTE akan diberikan akses internet yang cukup lumayan. Yaitu memiliki kecepatan download hingga 10 Mbps. Namun hingga saat ini pemerintah Indonesia belum memberikan keterangan tentang daerah mana saja yang akan dilintasi oleh balon Project Loon ini.

Sumber: Kompas dan berbagai sumber
Selengkapnya...

28 October 2015

Kangaroo, Komputer Mini Seharga Rp 1,4 Jutaan yang Bisa Masuk Saku Baju


    Saat ini dimana era komputer yang fleksibel dan mudah untuk dibawa kemana-mana dengan desain ukuran yang relatif sangat kecil sepertinya memang sedang menjadi tren. Era desktop komputer yang berukuran besar hingga notebook atau laptop yang tampaknya perlahan-lahan mulai tergantikan oleh kehadiran perangkat komputer serupa yang memiliki desain lebih ringkas (Baca juga: Asus Chromebit: Komputer Sebesar Flashdisk Buatan Google). Bahkan InFocus, salah satu perusahaan terkemuka yang dikenal dengan produksi perangkat projector, baru-baru ini memperkenalkan inovasi terbarunya. Yaitu sebuah komputer mini atau disebut juga mini PC.
    Komputer mini yang bernama Kangaroo ini hanya memiliki ukuran sekitar 8.05 cm x 13.69 cm dan memiliki berat kurang lebih sekitar 200 gram. Dengan desain yang bisa dikatakan mirip seperti harddisk eksternal namun agak lebih kecil sedikit, membuat komputer mini ini sangat pas jika dimasukkan ke dalam saku baju sehingga sangat praktis dan tidak terlalu memakan banyak tempat. Kangaroo dapat dihubungkan dengan layar televisi, layar monitor, iPad, bahkan smartphone iPhone sehingga bisa langsung berubah menjadi komputer personal dan baterainya sanggup bertahan selama 4 jam dengan sekali charge.

Kangaroo, Komputer Mini Seharga Rp 1,4 Jutaan

Kangaroo, Komputer Mini Seharga Rp 1,4 Jutaan

Kangaroo, Komputer Mini Seharga Rp 1,4 Jutaan

Kangaroo, Komputer Mini Seharga Rp 1,4 Jutaan

    Untuk spesifikasinya, Kangaroo sudah menjalankan sistem operasi Windows 10. Dibagian dapur pacu, didukung oleh processor Intel Atom x5-Z8500 Cherry Trail, RAM 2GB dan ruang penyimpanannya sebesar 32GB, jika masih kurang bisa ditambah memori penyimpanannya hingga mencapai 128GB dengan dukungan microSDXC. Selain itu, komputer mini ini juga dilengkapi dengan microSD card reader, 2 buah port USB, port HDMI dan DC power connector. Yang tidak kalah menariknya, Kangaroo sudah dibekali dengan fitur fingerprint reader (sensor pemindai sidik jari) untuk menjamin tingkat keamanan. Komputer mini ini juga bisa dihubungkan dengan wireles keyboard dan mouse melalui koneksi Bluetooth versi 4.0 ataupun melalui WiFi dual-band.
    Untuk masalah harganya, Kangaroo dijual dengan harga yang sangat murah. Yaitu US$ 99 atau sekitar Rp. 1,4 jutaan. Tetapi, belum ada kabar resmi apakah Kangaroo juga akan dirilis di Indonesia. Namun jika dilihat, produk-produk dari InFocus sudah banyak beredar di Indonesia. Dan kemungkinan Kangaroo juga akan dirilis di tanah air. Bagaimana? Tertarik untuk memboyong komputer mungil ini?

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber
Selengkapnya...

26 October 2015

Tips Untuk Mengurangi Bahaya Radiasi Handphone


Tips Untuk Mengurangi Bahaya Radiasi Handphone

    Di era kemajuan teknologi saat ini keberadaan dari handphone atau ponsel hampir tidak bisa dipisahkan dari kegiatan sehari-hari seseorang. Sekarang handphone tidak hanya digunakan sebagai media komunikasi saja, tetapi juga digunakan sebagai perangkat untuk media hiburan seperti mendengarkan musik, browsing di internet ataupun hanya sekedar bermain game. Dengan berbagai fitur-fitur yang menarik didalamnya, maka tidak jarang sekarang banyak orang yang mengalami ketergantungan handphone. Terlebih lagi saat ini juga banyak sekali ponsel pintar atau biasa disebut dengan smartphone yang dijual dengan harga yang sangat terjangkau sampai harga yang sangat mahal.
    Namun, tahukah kamu? Dibalik berbagai kemudahan yang diberikan, ternyata handphone juga memberi dampak yang buruk bagi kesehatan penggunanya. Salah satu dampak diakibatkan dari radiasi handphone yaitu dapat merusak sistem jaringan otak. Beberapa studi dan penelitian dari WHO juga mengatakan bahwa radiasi handphone terbukti secara ilmiah dapat mengeringkan otak, yang lambat laun kerusakan terjadi pada membran otak yang kemudian akan memicu terjadinya kanker otak. Dan berbagai masalah psikis lainnya yang disebabkan oleh radiasi handphone. Hmmm,, ngeri juga ya :3 Oleh sebab itu, sebelum hal tersebut terjadi (semoga tidak akan pernah) kali ini aku akan membagikan beberapa tips untuk mengurangi bahaya radiasi handphone.

#1. Gunakan Headset atau Loudspeaker Saat Menelepon

Selalu gunakan headset atau loudspeaker setiap kali kamu akan menelepon dalam waktu yang lama. Hal ini untuk memberi jarak agar handphone tidak terlalu dekat dengan otak. Karana pada saat menelepon, radiasi pada handphone akan menjadi sangat besar. Jika jarak handphone dengan kepala seringkali berdekatan langsung, maka lambat laun akan berdampak buruk pada otak. Untuk mengatasi hal tersebut, maka sebaiknya gunakan headset atau bisa dengan meningkatkan suara pada loudspeaker handphone. Meskipun efek radiasi itu tetap ada namun penggunaan headset atau loudspeaker mampu mengurangi efek radiasi secara langsung.

#2. Jangan Gunakan Handphone Jika Sinyal Lemah

Ini biasanya sering kita hadapi ketika berada di wilayah pedesaan. Sinyal handphone akan sering lemah atau bahkan hilang sama sekali. Jika hal itu terjadi, sebaiknya kamu jangan menggunakan handphone dulu. Karena saat handphone tidak bisa menerima sinyal yang cukup, perangkat tersebut akan berusaha dengan keras untuk tetap mencari sinyal dari menara pemancar atau Base Transceiver Station (BTS). Hal itulah yang akan lebih banyak mengeluarkan emisi dan menyebabkan efek radiasi menjadi cukup tinggi. Tidak hanya itu saja, handphone yang terlalu lama berusaha mencari sinyal juga hanya akan lebih cepat menghabiskan daya baterai.

#3. Gunakan Fitur Mode Terbang (Flight Mode) Pada Handphone

Kebanyakan handphone model terbaru sudah dilengkapi dengan fitur mode terbang atau flight mode. Fitur ini pada umumnya digunakan saat berada dalam perjalanan di pesawat terbang. Karena dengan menggunakan fitur ini maka otomatis akan menonaktifkan sinyal jaringan, baik jaringan masuk ataupun keluar dan jaringan data sehingga tidak mengganggu kinerja sistem navigasi dan komunikasi pesawat terbang.
Kamu juga bisa menggunakan fitur ini meskipun tidak berada didalam pesawat terbang. Yaitu pada saat melakukan berbagai kegiatan yang tidak membutuhkan jaringan, seperti menonton video secara offline, mendengarkan musik, bermain game ataupun pada saat sinyal handphone sering lemah. Cara ini juga jadi salah satu langkah yang paling tepat untuk mengurangi radiasi handphone.

#4. Nonaktifkan Handphone Jika Tidak Dibutuhkan

Jika memang saat handphone sudah tidak digunakan. Sebaiknya kamu bisa menonaktifkannya, agar aktivitas jaringan tidak bekerja dan efek radiasinya pun tidak akan terpancar. Hal ini dapat kamu lakukan saat kamu sedang melakukan aktivitas yang membutuhkan daya kosentrasi yang tinggi atau ketika hendak tidur. Tidur dengan meletakkan handphone yang masih aktif di samping tubuh dapat berakibat buruk. Karena tanpa kamu sadari efek radiasi dari handphone akan terus mengenai tubuh.

Itulah beberapa tips untuk mengurangi bahaya radiasi handphone. Meskipun efek radiasi tersebut tidak akan berdampak secara langsung, tapi setidaknya kita bisa meminimalisir kemungkinan hal buruk yang mungkin akan terjadi. Dan lebih bijak lagi dalam menggunakan handphone di kegiatan kita sehari-hari.
Selengkapnya...

23 October 2015

5 Browser Uji Hemat Baterai di Laptop, Mana yang Paling Boros?


5 Browser populer

    Belum lama ini ada sebuah lembaga startup yang bernama Digital Citizen menguji 5 browser yang cukup populer saat ini untuk mengetahui berapa banyak konsumsi daya baterai yang dibutuhkan saat digunakan browsing di laptop. Kelima browser tersebut juga telah diupdate ke versi terbarunya masing-masing diantaranya, Google Chrome versi 46, Mozilla Firefox versi 41, Opera versi 32, Internet Explorer versi 11 dan Microsoft Edge versi 20.
    Kelimanya diuji secara bergantian di tiga laptop berbeda yang telah menggunakan sistem operasi Windows 10, yaitu ASUS ZenBook UX305F, Toshiba Portege Z20t-B serta Microsoft Surface Pro 3. Semua pengaturan konfigurasi browser diatur secara default, tidak menggunakan add-ons ataupun juga toolbar tambahan. Kemudian untuk ketiga laptop, masing-masing diatur untuk beroperasi dalam mode Balanced, tetapi pada layar diatur agar tidak pernah mati sehingga laptop tidak sampai masuk ke mode sleep kecuali ketika baterai memang sudah benar-benar habis. Pengaturan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana daya tahan baterai ketiga laptop tersebut saat dipakai untuk browsing secara non-stop.
    Dan hasilnya sangat mengejutkan, dari semua browser yang telah diuji di tiga laptop tadi, browser Google Chrome yang selama ini kita tahu sebagai browser paling cepat ternyata masih menjadi browser yang paling boros daya baterai. Sementara untuk browser Internet Explorer dan Microsoft Edge menjadi yang paling hemat baterai. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi Peacekeeper battery test, yang setiap tesnya dijalankan sebanyak dua kali di setiap browser dan di setiap laptop. Dan kemudian dihitung hasil rata-rata dari setiap device. Berikut ini tabel laporan hasil pengujian kelima browser pada setiap laptop:

Hasil pengujian 5 browser di laptop Microsoft Surface Pro 3:

Hasil pengujian 5 browser di laptop Microsoft Surface Pro 3

Hasil pengujian 5 browser di laptop ASUS ZenBook UX305F:

Hasil pengujian 5 browser di laptop ASUS ZenBook UX305F

Hasil pengujian 5 browser di laptop Toshiba Portege Z20t-B:

Hasil pengujian 5 browser di laptop Toshiba Portege Z20t-B

    Dari ketiga tabel diatas dapat dilihat bahwa browser Google Chrome membuat baterai ketiga laptop tadi menjadi cepat habis dalam waktu masing-masing 152 menit, 206 menit dan 282 menit. Sekaligus paling boros dari ke empat kompetitornya. Tim teknisi Google sendiri juga belum lama ini mengakui jika Google Chrome memang masih boros baterai, mereka telah berjanji untuk memperbaiki secepatnya. Hal tersebut tentu jauh berbeda dengan pernyataan tim teknisi Google sebelumnya, jika mereka dahulu pernah mengklaim bahwa pada versi terbaru Google Chrome sudah lebih hemat daya baterai.

Sumber: www.digitalcitizen.life
Selengkapnya...

21 October 2015

Flashdisk Ini Bisa Merusak Laptop Hanya Dalam Hitungan Detik


Dark Purple

Seperti yang telah kita ketahui selama ini, flashdisk pada umumnya biasa digunakan untuk media penyimpanan data yang sangat praktis. Karena bentuk flashdisk yang relatif kecil, cocok untuk dibawa kemana-mana. Namun siapa sangka, ada flashdisk yang sengaja diciptakan bukan untuk media penyimpanan tapi untuk merusak komputer atau laptop hanya dalam hitungan detik.

Flashdisk ini bukanlah sembarang flashdisk biasa. Karena perangkat mungil yang satu ini Diciptakan oleh  Lembaga Keamanan Rusia untuk tujuan berjaga-jaga melindungi data penting dari pihak yang tidak bertanggung jawab dan sebagai peringatan. Flashdisk yang diberi nama Dark Purple atau juga disebut dengan USB 2.0 Killer ini mempunyai kemampuan untuk merusak perangkat komputer atau laptop hanya dalam hitungan detik saja. Woww!!! . Penasaran kan? Berikut ini video demonya:


Cara kerja flashdisk Dark Purple ini tidak menyebarkan virus ke komputer seperti flashdisk pada umumnya. Tetapi saat dihubungkan ke dalam port USB komputer, flashdisk ini langsung mengalirkan arus listrik negatif yang berkekuatan 220 volt dan  membakar sirkuit pada motherboard. Akibanya, komputer atau laptop yang terhubung dengan perangkat ini akan mati total.

Namun flashdisk ini diklaim belum bisa merusak harddisk serta CPU. Sehingga data-data yang tersimpan tetap aman. Para peneliti juga mengklaim bahwa komputer atau laptop masih bisa digunakan kembali jika motherboard-nya diganti dengan yang baru. Tidak hanya komputer atau laptop saja yang bisa dirusak oleh flashdisk ini, bahkan perangkat smartphone, TV, router, modem, serta perangkat lainnya yang dilengkapi dengan USB drive pun bisa dilumpuhkan oleh si "kecil cabe rawit" ini.
Selengkapnya...

16 October 2015

Perbedaan Quick Format dan Format. Mana yang Lebih Baik?


harddisk

    Saat kita sedang ingin melakukan format harddisk ataupun juga flashdisk pasti kita akan dihadapkan dengan dua pilihan metode pemformatan, yaitu Quick Format (format cepat) atau Format (format biasa). Mungkin kamu pernah bertanya-tanya. Perbedaannya apa? Mengapa ada dua pilihan?. Bagi kamu orang yang tidak sabar untuk segera melakukan hal yang lain, pasti kamu akan memilih pilihan Quick Format. Karena pilihan ini relatif lebih cepat dibandingkan dengan pilihan Format biasa. Tapi jika dilihat dari segi efektifitasnya lebih baik mana antara Quick Format dan Format biasa? Nah, berikut ini aku akan memberikan penjelasan tentang perbedaan Quick Format dan Format. Serta mana yang sebaiknya kamu pilih.

Perbedaan Quick Format dan Format Biasa

    Jika kamu memilih pilihan Quick Format (format cepat), maka proses pemformatan hanya akan langsung menghapus semua file di dalam harddisk atau flashdisk kamu. Tetapi setelah itu tidak akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap harddisk atau flashdisk apakah ada bad sector atau tidak. Tentunya, dengan pilihan Quick Format ini proses pemformatan akan berlangsung relatif lebih cepat. Tetapi, pilihan ini juga bisa jadi akan menimbulkan masalah kedepannya.
    Misalkan suatu saat kamu akan menyimpan file atau menginstall program pada harddisk ataupun juga flashdisk yang kamu tidak tahu bahwa sebenarnya terindikasi mengalami bad sector, bisa jadi file akan menjadi corrupt atau rusak. Hal ini disebabkan karena sebelumnya tidak ada pemeriksaan bad sector.

    Sedangkan apabila kamu memilih Format biasa, maka proses pemformatan akan menghapus semua file di dalam harddisk atau flashdisk. Dan juga akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut apakah terindikasi mengalami bad sector atau tidak. Hal inilah yang membuat proses format biasa akan membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan pilihan Quick Format.
    Jadi jika kita misalkan, pilihan Format biasa itu seperti harddisk atau flashdisk akan di hancurkan terlebih dahulu yang kemudian akan di bangun lagi mulai dari awal bertujuan hanya untuk memastikan semua akan berjalan dengan lancar kedepannya. Dengan kata lain harddisk atau flashdisk menjadi seperti baru lagi.

Lalu, Mana Yang Lebih Baik? Quick Format atau Format Biasa?

    Mudah saja, saat kamu memiliki komputer baru, maka harddisk ataupun juga flashdisk yang baru tidak ada Quick Format. Maka dari itu mau tidak mau jika kamu ingin melakukan format, harus melalui Format bisa. Hal ini agar harddisk ataupun juga flashdisk dapat membangun ulang seluruh penataan struktur file dan juga untuk memastikan bahwa tidak ada bad sector.
    Dan juga dengan memilih Format biasa, akan membuat harddisk dan flashdisk kamu berumur lebih panjang. Tetapi jika kamu tidak memiliki cukup banyak waktu luang untuk melakukan Format biasa dan memang benar-benar sudah memastikan jika tidak ada bad sector, maka memilih pilihan Quick Format juga tidak masalah. Namun sebenarnya pilihan Quick Format ini memang sangat tidak disarankan.
Selengkapnya...

13 October 2015

Keren.. Wallpaper Buatan Google Ini Bisa Menampilkan Info Baterai, Sinyal dan Notifikasi di Android


    Bagi kamu pengguna smartphone Android yang sering bosan dengan tampilan smartphonemu, pastinya akan melakukan berbagai macam cara untuk mempercantik tampilan user interface smartphone Android kamu agar terlihat menarik. Diantaranya dengan menginstall skin pack atau hanya sekedar mengganti wallpaper di homescreen saja.
    Nah, bagi yang suka gonta-ganti wallpaper, kali ini Google Creative Labs telah merilis sebuah aplikasi live wallpaper (wallpaper hidup). Aplikasi yang bernama Meter Live Wallpaper ini sangat berbeda dengan live wallpaper pada umumnya, karena live wallpaper pada umumnya hanya akan menguras daya baterai. Namun Meter bisa menampilkan berbagai statistik secara real-time. Diantaranya dapat menampilkan sisa daya baterai, kekuatan sinyal operator dan jaringan Wi-Fi, dan jumlah notifikasi yang masuk dengan desain bentuk geometris yang minimalis, flat dan berwarna-warni.

Meter Live Wallpaper

    Google Creative Labs membuat 3 jenis pilihan tampilan visual di Meter Live Wallpaper ini. Yang pertama, visualisasi berbentuk lingkaran besar dan lingkaran kecil ditengah yang menampilkan indikator sisa daya baterai. Kedua, visualisasi berbentuk segitiga yang menampilkan indikator kekuatan sinyal operator dan jaringan Wi-Fi. Dan yang ketiga visualisasi berbentuk persegi panjang bertumpuk menampilkan indikator jumlah notifikasi yang masuk.
    Tampilan visualisasi pada live wallpaper ini bisa muncul bergantian di homescreen secara otomatis seiring kamu  menggerak-gerakkan layar smartphone Androidmu hal ini karena sudah terintegrasi dengan fitur Accelerometer. Kamu juga bisa hanya memilih salah satu dari ketiga live wallpaper sesuai selera untuk ditampilkan di homescreen atau bisa memilih semuanya. Bagi kamu yang ingin mencobanya, aplikasi ini sudah tersedia secara gratis di Google Play Store.

Sumber: Phone Arena
Selengkapnya...

11 October 2015

Sebentar Lagi Aplikasi Windows Akan Dapat Berjalan Di Android


Windows di Android

   Baru-baru ini ada salah satu perusahaan pengembang perangkat lunak yang bernama CodeWeavers, dikabarkan sedang mengembangkan sebuah aplikasi CrossOver yang bernama Wine for Android. Aplikasi tersebut dapat memungkinkan kamu untuk menjalankan berbagai aplikasi dari Windows di Android. Mungkin bagi pengguna Linux serta OS X pasti sudah tidah asing lagi dengan aplikasi tersebut.
   CodeWeavers sendiri merupakan perusahaan pembuat teknologi CrossOver yang sebelumnya juga pernah mengembangkan sebuah aplikasi yang memungkinkan aplikasi dari Windows bisa berjalan di sistem operasi Linux dan Mac OS X yang saat ini juga tengah mengembangkan aplikasi CrossOver serupa, namun kali ini untuk sistem operasi Android. Agar aplikasi di Windows akan bisa kamu jalankan juga di Android. Sedangkan Wine merupakan sebuah project code pemrogaraman open source berbasis teknologi CrossOver yang dikembangkan atas dukungan dari CodeWeavers. Ide dalam menghadirkan aplikasi tersebut berawal dari berbagai project yang sebelumnya juga sempat diperkenalkan oleh Microsoft, salah satunya adalah Project Astoria. Project yang diperkenalkan pada bulan Mei lalu merupakan sebuah emulator yang dirancang khusus agar mampu menjalankan aplikasi Android di Windows 10.
   Namun jika kita lihat, sepertinya sangat tidak mungkin untuk sebuah Android dapat menjalankan aplikasi Windows, karena pada umumnya processor Android menggunakan processor berbasis ARM, sedangkan untuk Windows menggunakan prosesor dengan arsitektur x86 dan x64. Dan aplikasi Windows kebanyakan dirancang hanya bisa dioperasikan dengan menggunakan keyboard dan mouse. Hal tersebut sangat jelas memilki perbedaan yang signifikan dan tentunya tidak  kompatibel. Tetapi CodeWeavers mengatakan ada beberapa syarat tertentu pada perangkat Android untuk dapat menjalankan aplikasi Windows. Yaitu perangkat Android harus menggunakan processor dengan arsitektur x86 atau x64.
   Namun untuk saat ini hanya ada beberapa seri saja perangkat Android yang menggunakan processor Intel yang memenuhi kriteria di atas. Oleh sebab itu, mereka sementara mencoba mengoperasikannya pada perangkat Android yang menggunakan chipset Intel dengan arsitektur x86 atau x64, contohnya pada smartphone Asus Zenfone 2. (Baca juga: Seperti inilah Jika Asus ZenFone 2 Diinstall Windows (Video))
   Kabarnya, Aplikasi CrossOver untuk Android ini rencana akan dirilis paling cepat pada akhir tahun ini namun masih dalam versi Technical Preview dan nantinya bisa dicoba secara gratis. Jadi pertanyaannya, apakah mungkin aplikasi Windows bisa berjalan dengan lancar di perangkat Android??. Kita tunggu saja kabar selanjutnya di akhir tahun nanti.

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber
Selengkapnya...

08 October 2015

Inilah Surface Book, Laptop Pertama Buatan Microsoft


Surface Book

  Microsoft resmi memperkenalkan laptop pertamanya yang bernama Surface Book pada event yang digelar di New York City, Selasa malam (6/10/2015). Jika dilihat dari namanya, sepertinya Surface Book memang sengaja dibuat untuk bersaing dengan MacBook Pro, laptop buatan Apple. Surface Book memiliki layar touchscreen berukuran 13,5 inchi yang dilapisi pelindung Gorilla Glass dengan tingkat kerapatan 227 dpi, touchpad yang terbuat dari bahan kaca, keyboard dilengkapi dengan backlight, dan body dari bahan magnesium. Berbeda dengan MacBook Pro, layar Surface Book dapat dilepas dari keyboard yang dapat berubah menjadi perangkat tablet. Sehingga bisa dikatakan Surface Book merupakan laptop convertible.

Surface Book Tablet

   Untuk soal performa, Surface Book dirancang sebagai laptop yang sangat cepat. Karena menggunakan processor Intel Skylake Generasi 6, dengan 16 GB GDDR5 RAM, GPU NVIDIA GeForce, media penyimpanan jenis SSD 128 GB dan 1 TB, port USB 3.0, slot SD card, kamera depan 5 megapixel, kamera belakang 8 megapixel dan didukung dengan kemampuan baterai yang diklaim bisa bertahan hingga 12 jam lamanya. Dengan spesifikasinya yang tinggi tersebut, Surface Book dapat lebih cepat 2 sampai 3 kali lipat dari MacBook Pro. Ini dibuktikan oleh Microsoft saat mendemokan untuk transfer file dengan format .zip sebesar 3 GB, Surface Book hanya membutuhkan waktu sekitar kurang dari 5 detik saja.
Berikut ini demo video dari Surface Book:


   Bagaimana? Keren kan? Untuk harganya, Surface Book akan dijual dengan harga $1.499 atau sekitar Rp. 22 juta untuk versi penyimpanan 128 GB, RAM 8 GB, GPU Intel HD Graphics. Dan dengan harga $2.699 atau sekitar Rp. 39 juta untuk versi penyimpanan 512 GB, RAM 16 GB, GPU NVIDIA GeForce. Surface Book mulai tersedia untuk pre-order mulai 6 Oktober dan akan tersedia di pasaran pada 26 Oktober besok.

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber

Selengkapnya...

07 October 2015

Nokia 1100 Masih Menjadi Ponsel Jadul Terlaris di Dunia


   Saat ini adalah era dimana smartphone semakin canggih. Dan banyak sekali vendor merilis smartphone buatan mereka dengan banderol  bervariasi guna menarik daya beli konsumen. Mulai dari yang paling murah dengan fitur-fitur yang biasa saja hingga paling mahal dengan fitur-fitur canggihnya. Contohnya saja Apple, vendor yang terkenal dengan smartphone ekslusifnya,iPhone. Yang belum lama ini telah mengumumkan bahwa mereka berhasil menjual smartphone terbarunya, yaitu iPhone 6S dan 6S Plus sebanyak 71,5 juta unit di seluruh dunia.
   Namun, tampaknya Apple masih belum mampu mengalahkan rekor penjualan sang feature phone Nokia 1100. Ponsel jadul (jaman dulu) buatan Nokia ini di  desain dengan kemampuan yang sangat sederhana. Tidak ada kamera depan dan belakang, tidak ada browser, bahkan juga tidak dilengkapi teknologi layar lengkung atau curved display yang sedang populer saat ini.


   Akan tetapi, Nokia 1100 memiliki fitur-fitur sederhana yang bisa dibilang cukup keren pada masanya. Seperti dilengkapi lampu senter, nada dering monofonik (36 nada dering bawaan pabrik dan 7 nada dering yang bisa dibuat sendiri oleh pengguna), 50 slot kontak, 50 pesan, waktu standby hingga 400 jam, grip anti selip, anti debu, casing yang bisa diganti dan fitur yang paling penting yaitu game Snake II dan Space Impact. Mungkin saat ini game tersebut terasa begitu jadul jika dibandingkan dengan game 3D sekarang. Namun tahukah kamu, kedua game tersebut mampu membuat 250 juta orang merasa bahagia pada masa itu.
   Dengan hanya mengandalkan fitur yang sangat sederhana tersebut, Nokia 1100 dapat terjual sebanyak 250 juta unit di seluruh dunia dalam kurun waktu lima tahun sejak pertama kali dirilis pada tahun 2003. Tidak hanya menjadi ponsel terlaris di dunia saja tetapi Nokia 1100 juga menjadi device elektronik tersukses hingga saat ini.
   Pasti kamu bertanya, mengapa Nokia 1100 sampai bisa laris manis seperti itu? Jawabannya simpel, karena Nokia 1100 sangat murah. Ponsel ini hanya dibanderol sekitar $100 atau di tahun 2003 seharga sekitar Rp. 900.000. Nah, yang jadi pertanyaannya sekarang. Apakah kamu pernah memakai ponsel ini? Atau bahkan masih menggunakannya sampai sekarang? Jika iya, berarti kamu menjadi salah satu orang yang beruntung. Karena kamu pernah merasakan betapa "empuknya" keypad dan sorotan tajam lampu senter dari ponsel legendaris ini. Hehehe :D

Sumber: Phone Arena
Selengkapnya...

04 October 2015

Cara Membuka Banyak Aplikasi Sekaligus di Windows


Cara Membuka Banyak Aplikasi Sekaligus di Windows

   Jika kamu adalah seorang yang selalu bekerja dengan komputer dan menekuni pekerjaan dibidang tertentu, pastinya kamu bekerja setiap hari dengan membuka beberapa aplikasi yang sama. Tentu hal ini sangat membosankan dan hanya akan membuang-buang waktu saja. Karena kita harus melakukan klik satu per satu aplikasi yang akan kita gunakan. Agar lebih efektif dan dapat menghemat sedikit waktu kamu dalam bekerja, kali ini aku akan membagikan sedikit trik cara membuka banyak aplikasi sekaligus di Windows. Berikut ini caranya:

#1. Cari Lokasi Aplikasi

Langkah pertama yaitu kamu terlebih dahulu mencari tempat asal aplikasi-aplikasi yang biasanya kamu gunakan. Caranya kamu bisa mencarinya melalui Start Menu ataupun shortcut dari aplikasi tersebut. Setelah kamu menemukan aplikasinya, kemudian klik kanan lalu pilih Properties, lihat pada form dibagian Target.

Cara Membuka Banyak Aplikasi Sekaligus di Windows

Nah itulah alamat lokasi aplikasinya. Silahkan copy alamat tersebut dan pastekan ke dalan Notepad terlebih dahulu. Lakukan hal yang sama pada alamat aplikasi-aplikasi lain yang ingin kamu buka bersamaan. (Dalam trik ini aku akan membuka browser Mozilla Firefox dan Notepad++ secara bersamaan. Kamu bisa menambahkan berbagai aplikasi sesuai keinginanmu)

#2. Membuat File Batch

Langkah yang kedua kita akan membuat file batch. Dari file batch inilah nantinya kamu bisa memerintahkan untuk membuka banyak aplikasi sekaligus hanya dengan sekali klik saja. Caranya buka kembali aplikasi Notepad, lalu copy kode script di bawah ini:

@echo off

cd "C:\Program Files\Mozilla Firefox"

start firefox.exe

cd "C:\Program Files\Notepad++"

start notepad++.exe

exit

Cara Membuka Banyak Aplikasi Sekaligus di Windows

Berikut ini penjelasan tentang kode script diatas:
  • @echo off =  Perintah untuk tidak menampilkan tampilan window command prompt saat file batch dijalankan.
  • cd "C:\Program Files\Mozilla Firefox" =   Perintah untuk membuka direktori aplikasi. Sesuaikan dengan alamat aplikasi yang kamu simpan di Notepad pada langkah pertama tadi.
  • start firefox.exe =  Perintah untuk membuka aplikasi berdasarkan direktori alamat aplikasi tadi. Sesuaikan dengan aplikasi pada direktori sebelumnya.
  • exit =  Perintah untuk mengakhiri proses dari command prompt.
Kemudian simpan di desktop dengan nama sesuai keinginan kamu dan berekstensi .bat . Pada Save as type ubah menjadi All Files.

Cara Membuka Banyak Aplikasi Sekaligus di Windows

Jika sudah, coba buka file batch yang kamu buat tadi dan tunggu beberapa saat. Maka otomatis akan membuka beberapa aplikasi yang sudah kamu pilih sebelumnya secara bersaman.

Cara Membuka Banyak Aplikasi Sekaligus di Windows

Sedikit saran, sebaiknya jangan terlalu banyak menggunakan daftar perintah untuk membuka aplikasi. Karena hanya akan menambah beban memori RAM komputer. Dan akibatnya kinerja komputer akan semakin lambat. O,iya. Karena tampilan icon shortcut file batch kurang menarik, kamu bisa mengubah iconnya dengan mengikuti tutorialnya disini.
Selengkapnya...

02 October 2015

Google Pixel C, Tablet Buatan Google Ber-OS Android Marshmallow


Google Pixel C

   Beberapa hari yang lalu Google mempunyai sebuah kejutan di ajang peluncuran smartphone baru Nexus seri 6P dan 5X yang diselenggarakan di San Francisco, California, AS. Rabu (30/9/2015) malam. Google secara mengejutkan juga memperkenalkan tablet pertamanya yang bernama Pixel C. Yang sepertinya akan menjadi pesaing berat Microsoft Surface dari Microsoft dan iPad Pro dari Apple. Tablet tersebut bisa dikatakan sebagai kejutan karena sama sekali tidak ada informasi sebelumnya. Pixel C juga merupakan tablet pertama yang didesain langsung oleh tim hardware Google. Memang sebelumnya Google sudah pernah merilis device tablet, namun untuk desain dan hardware masih diserahkan kepada produsen lain.
   Huruf "C" dalam seri tablet kali ini merupakan sebuah singkatan dari kata "Convertible", karena Pixel C dilengkapi keyboard tambahan dengan dock berdaya magnet yang sangat kuat. Sehingga pengguna bisa menggunakannya baik seperti tablet maupun seperti laptop. Tablet ini sepertinya menjadi versi tablet Android pertama dari jajaran tablet Chromebook Pixel yang dimiliki oleh Google. Karena Pixel C  berjalan dengan sistem operasi Android versi terbaru yaitu Android 6.0 Marshmallow. Perlu diketahui, Android Marshmallow adalah versi terbaru Android setelah Lollipop yang rencananya akan diluncurkan tahun ini.

Google Pixel C

   Dibagian body, Pixel C terbuat dari aluminium yang berukuran 10,2 inchi, dengan layar beresolusi 2.560 x 1.800 pixel dengan kerapatan 308 ppi. Pixel C ditenagai dengan processor quad core NVIDIA Tegra X1, RAM 3 GB, GPU Maxwell, kamera belakang 8 megapixel, kamera depan 2 megapixel serta pilihan media penyimpanan 32 GB dan 64 GB. Tablet ini juga mendukung USB versi terbaru yaitu USB type-C dan dilengkapi empat buah microfon yang mampu untuk mendeteksi perintah suara dari pengguna dengan lebih akurat.
   Untuk harganya sendiri, Pixel C yang berkapasitas 32 GB dibanderol $ 499 atau sekitar Rp. 7,3 juta. Sedangkan untuk kapasitas 64 GB akan dibanderol dengan harga $ 599 atau sekitar Rp. 8,7 juta. Sedangkan keyboardnya sendiri dijual secara terpisah dengan harga $ 149 atau sekitar Rp. 2,1 juta. Dan rencananya, Pixel C ini akan dirilis segera pada liburan akhir tahun 2015.

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber
Selengkapnya...