30 July 2015

Windows 10 Versi Final Akhirnya Resmi Dirilis


Windows 10

   Beberapa jam yang lalu tepatnya pada hari Rabu (29/7/2015), akhirnya Windows 10 versi final resmi dirilis secara global. Microsoft resmi merilis Windows 10 mulai dari Selandia Baru, diikuti Australia, dan Singapura. Sementara Indonesia merupakan negara yang kelima yang secara resmi merilis sistem operasi ini. Sistem operasi terbaru milik Microsoft tersebut dapat digunakan secara gratis bagi pengguna PC dan tablet berbasis Windows 7 dan Windows 8.1 original.
   Ada dua pilihan untuk dapat melakukan upgrade ke Windows 10 ini. Pertama, pengguna komputer akan mendapat notifikasi pada saat update Windows untuk mengisikan form reservasi terlebih dulu yang muncul di taskbar. Setelah itu Windows akan mendownload otomatis komponen yang dibutuhkan secara OTA (Over The Air). Yang kedua, pengguna dapat langsung mendownload file ISO Windows 10 dengan aplikasi Media Creation Tool di situs official Microsoft melalui tautan berikut ini. Kemudian pilih sesuai dengan bit OS komputer kamu, setelah itu kamu bisa memilih untuk langsung melakukan upgrade ke Windows 10, atau bisa mendownload file ISO nya terlebih dahulu. Nah, bagi kamu yang sudah berhasil upgrade ke Windows 10. Boleh kamu bagikan pengalaman mencicipi OS terbaru dari Microsoft ini.

Selengkapnya...

22 July 2015

Mengapa Google Chrome Menghabiskan Banyak RAM ?


Mengapa Google Chrome Menghabiskan Banyak RAM ?

   Memang saat ini Google Chrome masih menjadi salah satu browser terbaik, tetapi saat kamu menggunakan Google Chrome untuk berinternet di gadget ataupun PC dan  tiba-tiba kinerja gadget ataupun PC kamu semakin lambat karena Chrome menghabiskan RAM yang cukup banyak. Itulah yang menjadi kekurangan browser dengan engine Chromium tersebut. Untuk itu, dalam artikel kali ini aku akan memberikan sedikit penjelasan mengapa browser besutan Google ini menggunakan RAM begitu banyak.

Google Chrome Membagi Masing-Masing Tabnya Ke Dalam Proses yang Berbeda

   Google Chrome membagi setiap tab, plugin, dan ekstensi ke dalam proses yang berbeda-beda. Jadi, jika salah satu mengalami crash atau not responding misalkan pada program Flash hal tersebut tidak akan mempengaruhi keseluruhan halaman web atau semua tab yang dibuka. Hal ini menyebabkan penggunaan RAM menjadi lebih banyak, karena memerlukan penggandaan beberapa tugas pada setiap tab.
   Selain itu, terdapat juga fitur prerendering yang dimiliki oleh Google Chrome juga bisa menjadi penyebabnya. Prerendering dapat membuat penggunaan RAM kamu lebih banyak karena Chrome akan memuat halaman web bahkan sebelum halaman tersebut terbuka. Inilah alasan mengapa Google Chrome terkenal sangat cepat saat membuka halaman web.

Itulah sedikit penjelasan mengapa Google Chrome menghabiskan banyak RAM. Namun dibalik semua itu penggunaan RAM yang banyak bukan berarti buruk bagi PC ataupun gadget kamu. Dengan seringnya penggunaan RAM, maka kamu bisa mengakses aplikasi atau proses yang rutin untuk dibuka dengan lebih cepat, karena sudah tersimpan di dalam RAM. Begitupun juga Google Chrome, browser tersebut memakan banyak RAM bertujuan untuk memberikan pengalaman browsing dengan nyaman bagi penggunanya.
  Tetapi, jangan salah menyimpulkan Google Chrome menggunakan banyak RAM itu biasa-biasa saja. Jika memang penggunaan RAMnya begitu banyak dan mengakibatkan komputer semakin lambat, akan lebih baik jika kita menutup sebagian tab yang tidak perlu. Atau menghapus ekstensi yang tidak wajar menggunakan begitu banyak RAM. Untuk dapat melihat informasi dari berapa banyak RAM yang digunakan masing-masing tab, plugin dan ekstensi tekan tombol Shift + Esc nanti akan muncul jendela Task Manager dari Google Chrome.

Task Manager Google Chrome

Selain itu ada juga langkah alternatif yaitu meminimalisasi penggunaan RAM di Google Chrome, untuk tutorial lengkapnya silahkan baca disini.
Selengkapnya...

10 July 2015

Cara Agar Google Chrome Tidak Menghabiskan banyak RAM


Google Chrome Menghabiskan banyak RAM

   Siapa yang tidak mengenal Google Chrome?? Browser besutan raksasa pencarian Google yang dikenal akan kecepatannya ini sangat populer sekali dan telah tersedia di berbagai platform. Bahkan mampu mengalahkan kepopuleran browser yang lebih dulu ada yaitu Mozilla Firefox. Namun dibalik kepopulerannya tersebut, ada satu permasalahan yang mungkin dianggap sangat mengganggu bagi sebagian pengguna komputer. Yaitu memakan banyak sekali resource RAM yang cukup besar dibandingkan dengan browser lainnya. Saat membuka banyak tab dan browsing dalam waktu yang lama maka performa PC akan semakin terasa berat.
   Karena tidak seperti pada browser Firefox yang hanya akan berjalan pada satu proses, saat membuka aplikasi browser Google Chrome maka akan langsung mendeteksi menjalankan banyak proses sekaligus. Dan untuk mengeceknya, dapat kamu lihat pada tab Processes di Windows Task Manager.
   Bagi yang menggunakan komputer dengan RAM 4 GB atau lebih, mungkin tidak akan merasakan kejadian seperti ini. Tetapi bagi yang komputernya menggunakan RAM hanya 1 atau 2 GB saja, pasti akan merasakan komputernya semakin berat saat browsing dengan Google Chrome ini. Nah untuk mengatasi hal tersebut, kali ini aku akan membagikan sebuah trik agar browser Google Chrome tidak menghabiskan banyak RAM. Berikut ini caranya:

Pertama, tutup browser Google Chrome jika masih terbuka. Kemudian klik kanan pada shortcut atau icon program Google Chrome lalu pilih Properties.

Cara Agar Google Chrome Tidak Menghabiskan banyak RAM

Pada tab Shortcut, lihat  kotak form Target Lalu tambahkan kode --process-per-site di bagian paling belakang. Jika sudah, klik Apply dan OK.

Cara Agar Google Chrome Tidak Menghabiskan banyak RAM

Kemudian jalankan lagi browser Google Chrome-nya, dan rasakan perbedaannya saat membuka banyak tab. Apakah sudah lebih ringan bukan?? Untuk melihat perbandingannya silahkan buka lagi tab Processes di Windows Task Manager. Dibawah ini screenshot processes browser Google Chrome di komputerku saat membuka 3 tab sekaligus sebelum dan sesudah menambahkan kode diatas.

Windows Task Manager
Sebelum

Windows Task Manager
Sesudah

    Catatan:
  • Trik ini mungkin tidak akan membuat Google Chrome langsung menghemat RAM. Tapi setidaknya akan membuat resources RAM sedikit lega.
  • Jika kamu sudah mencoba trik diatas namun masih terasa lambat, coba hapus history dan cache browser, nonaktikkan exstensions dan plugins yang tidak dibutuhkan.
  • Jika masih saja terasa berat, berarti RAM komputer kamu memang harus ditambah.

UPDATE: 06-09-2015
Silahkan update Google Chrome ke versi 45. Sekarang sudah bisa hemat memori RAM dan daya baterai. Simak penjelasan selengkapnya disini


Selengkapnya...

05 July 2015

BlackBerry Venice, Smartphone Terbaru BlackBerry Dengan OS Android


   Kali ini ada kabar yang mengejutkan dari BlackBerry, Setelah sempat menjadi "rajanya" smartphone dan mengalami jatuh bangun dalam beberapa tahun terakhir, BlackBerry akhirnya memutuskan untuk menggunakan Android sebagai sistem operasi terbaru mereka dan akan segera merilis smartphone terbarunya yang ber-OS Android bernama BlackBerry Venice pada bulan November mendatang. Dan sumber informasi ini berasal dari akun Twitter evleaks. Tidak hanya itu saja, evleaks baru-baru ini juga mengupload gambar BlackBerry Venice dengan jelas.

BlackBerry Venice

   Menariknya, meskipun sudah menggunakan touchscreen. Smartphone Android buatan BlackBerry ini juga akan tetap dibekali keyboard Qwerty khas BlackBerry dengan mekanisme sliding (Geser) mirip seperti BlackBerry Torch. Informasi selanjutnya yaitu BlackBerry Venice menggunakan sistem operasi Android 5.0 Lollipop yang diintegrasikan dengan layanan BlackBerry, memiliki layar seluas 5.4 inchi dengan resolusi Quad HD 2560 x 1440 pixel yang menggunakan teknologi Super AMOLED juga dilindungi oleh Gorilla Glass 4. Tidak hanya itu saja, menurut kabar yang beredar layar BlackBerry Venice menggunakan layar lengkung (curved display), mirip seperti layar Samsung Galaxy S6.
   Sedangkan untuk dapur pacu, juga kabarnya BlackBerry Venice akan menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 808 dengan processor berkecepatan Hexa Core 64 Bit dengan kecepatan 1,5 GHz, RAM sebesar 3 GB dan pengolah grafis dari Adreno 418. Dibagian kamera, BlackBerry Venice akan menggunakan kamera belakang 18 megapixel dan kamera depan 5 megapixel.
   Jika dilihat dari segi desain dan spesifikasi "kelas premium" yang diusung oleh BlackBerry Venice, sepertinya harga smartphone Android ini akan dibanderol sangat mahal.

Sumber: evleaks
Selengkapnya...

01 July 2015

Inilah Akibat Jika Terlalu Sering Menekan Tombol Refresh


   Bagi kamu pengguna komputer terutama komputer dengan Operating System Windows pastinya pernah atau bahkan sering menekan tombol klik kanan pada desktop lalu kemudian klik Refresh, ataupun juga dengan menggunakan tombol shortcut pada keyboard yaitu tombol fungsi F5 dengan maksud agar komputer bisa lebih cepat bekerja saat kinerja komputer mulai terasa melambat.

Refresh Desktop

   Namun, banyak orang yang tidak mengetahui resiko bahaya yang terjadi karena terlalu sering menekan tombol refresh melalui klik kanan atau tombol F5, mereka beranggapan kebiasaan ini merupakan sesuatu yang wajar dan bahkan sering kita temukan juga pada beberapa teknisi PC. Mengapa terlalu sering menekan tombol refresh bisa bahaya?? Berikut ulasannya:

- Melakukan Refresh Pada Desktop Tidak Akan Mempercepat Kinerja Komputer

Kebiasaan ini mungkin sering kamu lakukan saat komputer baru pertama kali menyala, seketika itu juga kamu merefresh desktop secara terus menerus, dengan asumsi akan mempercepat kinerja komputer. Namun tindakan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Perlu diketahui, melakukan refresh pada desktop komputer berbeda dengan refresh page atau reload page pada browser. Jika pada browser, fungsi refresh ini adalah untuk memuat kembali (reload) halaman yang gagal dimuat sebelumnya. Tapi jika kita terlalu sering melakukan refresh pada komputer mengakibatkan komputer akan hang (tidak merespon). Ini biasanya terjadi pada komputer yang memiliki banyak aplikasi yang berjalan di latar belakang.

- Terlalu Sering Me-Refresh Akan Membebani Kinerja Processor

Kebanyakan pengguna komputer yang masih awam termasuk aku dulu juga meyakini bahwa sering melakukan refresh terus menerus berguna untuk memperbarui kondisi siaga komputer setelah mengalami penurunan kinerja dan dapat melonggarkan RAM, sehingga komputer yang digunakan akan berjalan dengan lebih lancar dan cepat. Tapi itu semua hanya Mitos!. Melakukan refresh terus menerus justru akan membebani kinerja processor komputer. Karena saat melakukan refresh pada komputer maka processor tersebut akan bekerja dua kali lipat dari biasanya. yang akhirnya akan berdampak pada kerusakan processor secara perlahan. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh refresh yang terjadi pada processor komputer, bisa kamu lihat pada Task Manager.
Buka Windows Task Manager melalui klik kanan pada Taskbar lalu pilih Start Task Manager atau bisa dengan menekan tombol Ctrl + Shift + Esc. Setelah terbuka, pilih tab Performance. Lalu  perhatikan grafik pada CPU Usage. Kemudian lakukan refresh terus menerus pada desktop, maka seketika itu juga grafik CPU Usage akan meningkat menjadi lebih besar.

Sebelum Menekan Tombol Refresh
Sebelum Menekan Tombol Refresh

Sesudah Menekan Tombol Refresh
Sesudah Menekan Tombol Refresh

   Lalu kapan waktu yang tepat untuk melakukan tindakan refresh?? Sebenarnya desktop akan melakukan auto-refresh sendiri jika ada perubahan yang terjadi. Kita hanya perlu untuk melakukan refresh dalam situasi berikut:
  • Desktop tidak menampilkan file atau folder yang baru saja kita buat, simpan, hapus, pindah, atau diganti namanya.
  • Saat kamu tidak dapat membuka icon program pada desktop.
  • Icon tidak muncul pada desktop.
  • File yang dibuat oleh aplikasi pihak ketiga tidak muncul.
  • Kamu ingin menata ulang file di Windows Explorer atau shortcut di desktop yang baru dibuat agar namanya sesuai dengan urutan abjad.
   Jika dilihat pada beberapa kondisi diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa fungsi refresh yang sebenarnya adalah untuk memperbarui tampilan atau memuat ulang kembali tampilan yang ada di desktop jika pada saat melakukan perubahan (misalkan membuat shortcut pada desktop), perubahan tidak ditampilkan secara instan dan juga memperbarui direktori folder yang dibuka. Juga tidak ada peningkatan performa pada komputer meskipun kamu melakukan refresh ratusan kali. Yang ada hanya akan menambah beban pada processor komputer dan menjadi suatu "kebiasaan buruk" yang akan membuang-buang waktu. Tapi jika kamu memang perlu melakukan refresh, cukup sesekali saja dan itu pun tidak perlu berlebihan.
Selengkapnya...