Perbedaan Sleep dan Hibernate, Mana Yang Lebih Hemat Daya?


Sleep Dan Hibernate

Seperti yang telah kita ketahui, pada sistem operasi Windows terdapat empat pilihan mode power yang bisa kita pilih, yaitu Sleep, Restart, Hibernate dan Shutdown. Dari keempat pilihan tersebut, kita lebih sering menggunakan Shutdown untuk menonaktifkan komputer atau Restart jika memang diperlukan oleh komputer, biasanya setelah menginstall driver, aplikasi atau melakukan perubahan konfigurasi pada Windows yang memerlukan Restart agar bisa berjalan. Namun entah kamu sadari atau tidak, masih ada pilihan mode Sleep dan Hibernate yang mungkin jarang atau bahkan tidak pernah kamu gunakan saat bekerja menggunakan komputer.

Mungkin kamu pernah meninggalkan komputer saat masih dalam keadaan menyala dalam waktu yang cukup lama, misalkan setengah jam. Pada saat itulah komputer kamu akan mati dengan sendirinya. Dan ketika kamu menggerakkan mouse, maka komputer akan menyala lagi. Sebenarnya pada saat itu komputer kamu tidak benar-benar mati, tetapi hanya masuk ke mode Sleep agar komputer bisa menghemat daya. Kamu bisa langsung mulai mengerjakan tugas kembali setelah komputer keluar dari mode Sleep.

Lalu, Apa itu mode Hibernate? Apa bedanya mode Hibernate dengan mode Sleep? Mana yang sebenarnya lebih hemat daya? Berikut ini penjelasannya.

Mode Sleep

Sleep Dan Hibernate

Mode Sleep akan aktif jika komputer masih menyala tetapi tidak digunakan dalam waktu yang lama atau tidak ada aktifitas yang dilakukan oleh pengguna pada komputer. Pada laptop atau Notebook juga sama, namun jika daya baterai tidak cukup, mode ini akan otomatis menonaktifkan komputer. Pada saat mode Sleep aktif, komputer akan menggunakan sedikit daya. Semua daya dari komponen yang terdapat pada komputer, termasuk pada monitor/layar, harddisk, port serta semua perangkat peripheral lainnya yang terpasang akan berkurang dan semua aktifitas yang kamu kerjakan akan disimpan sementara pada RAM. Sehingga saat komputer keluar dari mode Sleep, pekerjaan kamu yang belum sempat disimpan tidak akan hilang.

Namun terdapat kelemahan dalam mode Sleep ini, jika tiba-tiba aliran listrik pada RAM terputus, seperti misalkan mati lampu, maka semua pekerjaan yang belum kamu simpan akan hilang. Tetapi, berdasarkan pengalamanku, ini tidak terjadi pada laptop atau Notebook yang menggunakan baterai. Karena jika baterai habis saat mode Sleep ini aktif, maka laptop akan otomatis masuk kedalam mode Hibernate. Perlu kamu ketahui, tidak hanya pada Windows saja, mode Sleep ini juga ada pada sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah mode Suspend.

Mode Hibernate

Sleep Dan Hibernate

Secara teknis, cara kerja mode Hibernate ini hampir sama seperti mode Sleep. Jika mode Sleep menyimpan sementara seluruh aktifitas kamu pada RAM, sedangkan mode Hibernate menyimpan seluruh aktifitas pada harddisk. Selain itu, semua daya dari komponen yang terdapat pada komputer akan terputus. Termasuk pada monitor/layar, harddisk, port, perangkat peripheral, serta RAM. Dengan kata lain, mode Hibernate ini hampir sama seperti mode Shutdown karena komputer benar-benar mati dan tidak ada lagi daya yang tersimpan.

Baca juga: Cara Mengembalikan Mode Hibernate yang Hilang di Windows 7

Ketika kamu menyalakan komputer kembali melalui tombol power, maka aktifitas yang sebelumnya tersimpan pada harddisk akan dikirim kembali ke RAM. Jadi, aplikasi yang tadi kamu gunakan akan kembali terbuka, begitupun juga pekerjaan kamu yang belum kamu simpan akan kembali ditampilkan. Namun proses booting dari mode Hibernate ini akan sedikit lebih lama jika dibandingkan dengan mode Sleep.

Manakah Diantara Kedua Mode Tersebut Yang Lebih Hemat Daya?

Dari penjelasan diatas, sepertinya sudah sangat jelas. Bahwa mode yang paling hemat daya adalah mode Hibernate. Karena mode Hibernate seperti halnya dengan mode Shutdown yang sama sekali tidak menggunakan daya. Mode Hibernate sangat efektif digunakan jika kamu memiliki tugas yang sangat banyak dan akan kamu kerjakan kembali di lain hari dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, dalam mode Hibernate ini lebih aman digunakan. Meskipun komputer dalam keadaan mati (Shutdown), data yang belum sempat disimpan masih tetap aman, karena sebelumnya data akan otomatis disimpan pada harddisk.

Sedangkan untuk mode Sleep, bisa menjadi pilihan yang sangat tepat bagi kamu yang ingin mengerjakan pekerjaan kembali dengan cepat tanpa perlu menunggu proses booting, namun di sisi lain kamu juga ingin hemat energi saat meninggalkan komputer masih dalam keadaan menyala. Tetapi kurang cocok digunakan pada komputer atau desktop PC karena resiko kehilangan data yang belum disimpan sangat besar jika aliran listrik terputus akibat mati lampu.
Bagikan artikel ini:
Next Page
« Next Page
Previous Page
Previous Page »