Google Uji Coba Drone Untuk Penyebar Jaringan Internet 5G


Jika sebelumnya Google telah sukses mengembangkan Project Loon, yaitu sebuah proyek dengan menggunakan media balon udara untuk dapat menghadirkan jaringan internet ke daerah-daerah pelosok, yang kabarnya balon-balon udara tersebut juga akan masuk ke Indonesia pada tahun 2016 ini. Dan baru-baru ini dikabarkan bahwa Google diam-diam sedang menguji coba pesawat tanpa awak atau Drone untuk sebuah proyek baru mereka yang bernama Project SkyBender di Spaceport America, yang berada di wilayah New Mexico, Amerika Serikat.

Dalam proyek terbarunya ini, Google berusaha ingin menghadirkan jaringan internet berkecepatan tinggi melalui udara dengan menggunakan Drone. Ada dua jenis Drone yang digunakan oleh Google, pertama adalah Drone dengan awak yang bernama Centaur, dan kedua adalah Drone tanpa awak dengan tenaga surya yang bernama Solara 50 dari Titan Aerospace.

Drone Google
Drone Solara 50

Drone yang diterbangkan ini akan menyebarkan jaringan 5G yang ada disekitarnya dengan menggunakan teknologi transmisi gelombang radio milimeter (milimeter wave wireless transmitters). Teknologi gelombang milimeter ini dapat mengirimkan data dalam ukuran giga byte per detik, atau hingga 40 kali lipat lebih cepat dari kecepatan koneksi 4G LTE yang ada saat ini. Teknologi ini nantinya akan menjadi salah satu infrastruktur untuk jaringan internet 5G.

Meskipun demikian, teknologi gelombang radio milimeter ini memiliki daya jangkau yang lebih pendek jika dibandingkan dengan gelombang radio seluler yang saat ini digunakan di jaringan 4G LTE, serta sangat mudah terpengaruh oleh kondisi cuaca. Seperti hujan, salju dan kabut. Frekuensi yang digunakan oleh Google dalam Project SkyBender ini hanya sebesar 28 GHz. Kekuatan sinyal gelombang tersebut juga hanya bisa menjangkau 1/10 dari jarak sinyal 4G LTE. Google pun dikabarkan sedang melakukan eksperimen dengan teknologi transmisi yang disebut dengan phased array untuk mengatasi hal tersebut.

Project SkyBender merupakan bagian dari proyek tim Google Access. Perlu diketahui, Google Access adalah tim yang fokus dalam pengembangan untuk menghadirkan jaringan internet berkecepatan tinggi melalui udara dan sebelumnya juga telah mengembangkan proyek serupa yang diberi nama Project Loon.

Sumber: The Guardian | The Next Web
Bagikan artikel ini:
Next Page
« Next Page
Previous Page
Previous Page »